[Rekap Spectakulon] Study in Oxford UK / Inggris

[Transkip Kulon Specta PBEC Malang/Mahasiswa Oxford]

Nama lengkap saya Muhammad Firmansyah Kasim, biasa dipanggil “Firman” atau “Muhammad” kalau di sini. Saya lahir dan besar di Makassar. (ada yang dari Makassar?)

16 tahun tinggal di Makassar, 2 tahun di Tangerang, 4 tahun di Bandung, dan sekarang sudah 2 tahun di Oxford. TK – SMA saya di perguruan Islam Athirah Makassar trus habis itu lanjut ke teknik elektro ITB dan sekarang di Fisika Oxford.

materinya tentang gimana masuk Oxford ya? kalau boleh tahu, di sini rata2 anak siswa SMA atau mahasiswa?

ya kak…temen2 pada penasaran nih.. rata2 mahasiswa 🙂

oh, ok, baguslah. kalau begitu pas berarti pengalamannya. soalnya pendaftaran untuk S1 dan untuk S2/S3 di Oxford lumayan berbeda dan saya juga kurang tahu kalau untuk pendaftaran S1. jadi untuk graduate program (S2/S3), Oxford itu punya 3 deadline: November, Januari, dan Maret.
pendaftarannya semua dilakukan online. seingat saya tahapannya: aplikasi dokumen, wawancara, dan menunggu keputusan (ini yang deg2an)
ini aja aku baru2 baca buku pedoman “your guide to Oxford interview” jadi deg2an lagi (padahal udah pernah wawancara sebelumnya). hahaha..
wawancaranya via apa kak?
wawancara dulu saya via Skype, tapi ada juga yang via telpon dan langsung.
ya ampun sampai ada buku pedomannya…wawancaranya ttg apa aja kak?
itu ntar aku jelasin. sori, back to topik.
jadi untuk aplikasi dokumen, dokumen yang diperlukan itu seperti pendaftaran universitas lain secara umum: CV, motivation letter atau research proposal (untuk program S3), dan … (aku ingat2 lagi ya) pengalamanku cuma 2 dokumen itu sih yang diperlukan.
tapi itu bergantung sama program yang kita mau apply. ada yang butuh written work untuk beberapa jurusan tertentu.

butuh surat rekomendasi ga kak?
o iya, bener banget. sori lupa. hahaha.. perlu 2 atau 3 rekomendasi. tergantung persyaratan jurusannya.
Sama kalau udah dapat beasiswa, bisa lampirkan surat keterangan sudah dapat beasiswa.
untuk CV, dulu saya bikin 2 halaman. untuk research proposal, program saya cuma minta research proposal yang singkat, jadi saya cuma tulis 1.5 halaman. biarpun singkat, tapi persiapannya lamaaaaa banget.

berapa lama kak?
saya dulu nyiapin sekitar 1,5 bulan buat research proposal. pertama saya baca2 artikel di bidang riset itu, trus tulis draf pertama. trus aku tinggalin beberapa hari, baru baca2 lagi, buat perbaiki kata2nya, sama minta saran dari beberapa dosen.
kalo boleh tau kakak dulu apply S2/ S3?
gitu2 trus sampai benar2 mantap (atau benar2 dekat deadline). hahaha..
o iya, saya S3 di Oxford.
jadinya nulisnya research proposal

berarti kak Firman dari S1 langsung S3 ya? yap.

nah, trus kalau lolos seleksi dokumen, nanti diundang untuk wawancara.
dulu aku cari2 jenis2 pertanyaan yang sering muncul untuk wawancara di universitas. aku dapatnya daftar pertanyaan kayak: kenapa milih universitas ini? kenapa milih jurusan ini? apa rencana kamu setelah lulus? dll.
tapi ternyata …yang muncul di wawancara Oxford ga ada pertanyaan kayak gitu sama sekali.
Surprise banget ya kak ??
iya banget. hahaha..
yang pertama aku ditanyain itu tentang proyek2 yang pernah aku lakuin pas S1 di ITB (kayaknya mereka mau ngecek yang aku tulis di CV beneran atau boongan). trus setelah ditanyain tentang proyek2 pas S1, aku ditanyain pengetahuan tentang fisika dan bidang riset yang aku ajuin.
ditanyain istilah2 yang aku tulis di research proposal (jadi bahaya kalau nulis istilah yang kita ga tau arti atau maksudnya). jadi kayak sidang beneran, tapi lewat Skype.

Oh ya kak, buat masuk oxford butuh ielts ya?
untuk ielts, iya, sekarang butuh ielts. tapi jamanku dulu toefl masih boleh dipake untuk mendaftar. dulu aku ikut toefl ibt, dan skornya 95.

Ceritanya kakak bisa daftar langsung S3 itu gimana sih? Apa memang bener bisa? Biasanya kan butuh ijasah S2…
sebenarnya itu di bawah standarnya oxford sih (standarnya 100), tapi kayaknya programku waktu itu benar2 lagi nyari orang, jadinya aku diterima2 aja. hahaha..
nah, dulu itu asumsiku juga. ternyata beberapa program S3 di Oxford (sebagian besar untuk sains), itu menerima lulusan S1 untuk program S3. jadi bisa lihat persyaratannya untuk pastinya.
kalau memenuhi syarat, bisa langsung masukin dokumen, trus wawancara, dan kalau berhasil, bisa diterima. o iya, satu lagi. Oxford mintanya first class atau second upper class.
karena universitas kita ga pakai sistem Inggris, mungkin kira2 bisa diterjemahkan kalau “first class” itu “cumlaude”, second class itu mungkin IPK sekitar 3.0 atau 3.2

Berarti di sana tdk mengenal istilah IPK?
iya, S1-nya ga pakai sistem IPK. S3-nya juga ga ada IPK2an. kalau S3, adanya “first class” atau “pass” aja.
itu dulu mungkin dari saya.

Maaf kak dinda mau nanya ke kak M.Firmansyah ,
1.Apa bedanya S2 taught dan research?
2. Kalo S2 di inggris rata2 lama studi 1tahun , apa bedanya dg negara lain yg rata2 lama studinya 2 tahun ?

1. ok, untuk program S2, pengetahuan saya lumayan terbatas, jadi bisa dicek lagi. setahu saya, yang S2 taught itu biasanya cuma 1 tahun. jadi ada kelas, trus ujian atau bikin proyek atau disertasi untuk penilaian. yang S2 research itu biasanya 2 tahun (saya belum nemu teman yang S2 by research yang 1 tahun). jadi beberapa ada kelas sebentar, beberapa ada yang langsung riset. nah, ada juga program S2 by research 2 tahun, trus kalau mau lanjut PhD/S3, cukup tambah 2 tahun aja ngelanjutin riset sebelumnya.

2. S2 di Inggris programnya dipadatkan jadi 1 tahun.jadi di Inggris itu ada 3 term kuliah, fall term (September/Oktober – Desember), winter term (Januari – Maret), dan spring term (April – Juni). menurut pengamatanku ke teman2 yang S2, pas fall term mereka agak santai. liburan antara fall term dan winter term juga mereka agak santai. pas masuk winter term (Jan – Mar), mereka udah dijejalin banyak tugas2. sampai banyak yang ngilang dari peradaban. (di-sms, di-email ga balas, diajak makan2 gratisan pun biasanya ga datang). trus pas liburan antara winter term dan spring term itu biasanya pada sibuk nyiapin buat ujian atau disertasi (di Inggris S2 bikinnya disertasi, S3 bikinnya tesis). pas spring term itu mereka ujian atau bikin disertasi, atau ngerjain proyek/magang di beberapa tempat. kalau itu udah selesai, udah deh. mereka liburan.

Oke ke pertanyaan selanjutnya… pertanyaan banyak nih kak nnya lagi, kalau membutuhkan LoA, itu bisa via apa?
LoA buat aku dulu dikirim via email. kalau diterima, mereka biasanya langsung ngirim LoA ke email kita. dan ada juga yang dikirim ke alamat rumah.

Lanjut pertanyaan, Untuk proses mendaftar s3,,
1. Apakah harus mendapatkan profesor dr oxford terlebih dahulu?
2. Apakah ada persyaratan yg tak tertulis tapi penting bgt misal, ipk saat s2? Sudah berapa kali publikasi?
3.Apakah GRE dan SAT dibutuhkan?
4. Tips mencari profesor2 oxford?

wah, bagus pertanyaannya.

1. ga mesti, tapi jauh lebih baik kalau professor-nya udah setuju terlebih dulu mau menerima kamu baru mendaftar, kemungkinan keterimanya lebih besar. tapi ga menutup kemungkinan juga kalau ada profesor yang PHP. aku pernah jadi korban PHP salah satu profesor di Amerika. hahaha.. pas aku ngirim CV ke profesor itu, beliau bilangnya “CV kamu bagus, kamu daftar aja ke sini”. trus pas daftar, ternyata ditolak -_- tapi pas aku daftar Oxford, aku ngontak profesor di Oxford dulu. pas mereka udah ngasih sinyal positif, baru aku apply. alhamdulillah keterima.

2. Apakah ada persyaratan yg tak tertulis tapi penting bgt misal, ipk saat s2? Sudah berapa kali publikasi? untuk IPK, itu jadi persyaratan administratif. mereka mintanya “first class” atau “second upper class” di sistem Inggris. untuk sistem Indonesia, mungkin batas bawahnya sekitar 3.0 atau 3.2. Kalau 3.5 insya Allah aman. untuk publikasi, saya pernah tanya langsung pas wawancara, dan mereka bilang publikasi pas mendaftar itu ga mesti, tapi lebih bagus kalau udah punya publikasi duluan. mereka juga bilang kalau beberapa mahasiswa yang keterima di Oxford juga belum punya publikasi awalnya.

3. Apakah GRE dan SAT dibutuhkan? alhamdulillah nggak 🙂 GRE-ku jelek banget. qualitative-ku cuma 24%, dan writing-ku cuma 11%. hahaha.. kayaknya karena itu aku ga diterima di universitas manapun di US.

4. Tips mencari profesor2 oxford? dulu saya apply-nya pas lihat ada lowongan di Oxford, jadi udah pasti programnya lagi cari mahasiswa. trus saya lihat area risetnya dan ternyata menarik. ya udah, aku coba hubungi orang yang bikin pengumuman lowongannya (aku nulis email singkat plus ngelampirin CV). tips-nya adalah cari profesor yang memerlukan mahasiswa. kalau profesor-nya lagi ga perlu mahasiswa, mereka juga susah buat nerimanya. biasanya profesor yang nyari mahasiswa itu nulis di website-nya atau buka promosi di: findaphd.com

Kak nitip pertanyaan ya 🙂
1. Apakah lanjut studi di oxford harus linear dengan jurusan kita sewaktu S1?
2. Menurut pendapat kakak faktor apa yg jadi kunci penting bs diterima d oxford? Apakah faktor kemampuan bahasa (skor toefl/ielts), pengalaman project, atau surat rekomendasi yg kuat?

1. nggak mesti. aku S1 di teknik elektro, dan sekarang di fisika. agak sedikit ga nyambung sih, tapi ada nyambungnya dikit2 juga. temanku ada yang bahkan S1-nya akuntansi, dan S3-nya di fisika. kalau mau pindah jurusan, triknya: di essay atau di email, tulis keahlian/skill yang kamu dapatkan sewaktu S1 yang bisa membantu untuk program S2/S3 kamu nantinya. contohnya dulu saya di elektro bidang komputer, trus saya mau apply ke fisika. di research proposal, saya tulis kurang lebih seperti ini: “saya punya banyak pengalaman di bidang komputer/programming, dan saya dapat menerapkan pengalaman saya untuk mengoptimalkan program-program simulasi di bidang riset ini”

2. Menurut pendapat kakak faktor apa yg jadi kunci penting bs diterima d oxford? Apakah faktor kemampuan bahasa (skor toefl/ielts), pengalaman project, atau surat rekomendasi yg kuat? faktor bahasa ada persyaratan minimalnya. kalau ga bisa komunikasi karena faktor bahasa juga susah jadinya. sepertinya yang berpengaruh menurut saya itu CV, essay/research proposal, dan surat rekomendasi. tiga2nya penting. tapi yang biasa dilihat pertama kali itu CV, jadi bikin CV-nya sebagus mungkin

Pertanyaan lagi kak,
1. Utk ngambil beasiswa menurut mas itu, apa kita ngambil beasiswa dlu ato apply dlu?
2. kak firman itu di oxford nya beasiswa kah?
3. Dan kan kak firman muslim,ada gak hambatan stelah tinggal disana?

1. untuk ngambil beasiswa, yang mana duluan itu ga masalah. dulu saya keterima di Oxford dulu baru dapat beasiswa. ada juga teman yang keterima beasiswa dulu baru keterima di Oxford.

2. iya, alhamdulillah saya dapat beasiswa dari LPDP.

3. awalnya lumayan sulit untuk menyesuaikan dengan waktu shalat. soalnya kalau pas musim dingin, waktu shalat ashar cuma jam 2-4.tapi lama kelamaan udah terbiasa orang sini juga lumayan toleran sama muslim. supervisor saya udah tau kalau saya siang2 atau sore harus shalat dulu. dan di setiap universitas yang aku datangi, mereka punya mushalla. Oxford juga punya. makanan halal juga ga susah buat didapat. jadi alhamdulillah kehidupan muslim di sini ga “menakutkan”

1. Mengapa kakak pilih Departemen fisika Oxford?
2. bagaimana kakak mempersiapkan TOEFL ibt hingga skor 95?
3. Dan mengapa kakak berani mendaftar padahal skor TOEFLnya blm memenuhi standar? 🙂
4. gimana ya karakteristik mahasiswa idaman oxford?? yang banyak society service nya kah/ yg kutu laboratorium kah/ yg bagus public speaking nya kah/ yg gimana?

1. Mengapa kakak pilih Departemen fisika Oxford? pas SMP – SMA, saya ikutan olimpiade fisika dan senaaaaaaaaaang banget sama fisika. tapi dulu ikut pelatihannya 2 tahun (2 tahun itu belajar fisika aja, ga belajar yang lain), jadi sempat jenuh dengan fisika. akhirnya pas S1, saya coba jurusan lain, akhirnya dapat di Elektro. pas mau lulus S1, saya coba daftar jurusan elektro/computer science di amerika, ga ada yang dapat. nah, lihat lowongan S3 di Oxford bidang fisika, trus daftar, eh alhamdulillah dapat. jadi bisa dibilang fisika itu seperti cinta pertama saya sejak sekolah.

2. bagaimana kakak mempersiapkan TOEFL ibt hingga skor 95? saya rasa bahasa Inggris saya naik signifikan pas saya sering nonton anime dengan subtitle bahasa Inggris. main game juga bisa ningkatin bahasa Inggris. sama waktu kuliah S1, saya sering pulang malam jalan kaki ke kosan. pas pulang itu, ga ada orang di sekitar, saya sering ngobrol sendiri pakai bahasa Inggris. topik obrolannya macam2. apapun yang terpikir di kepala. saya juga sempat les bahasa sih, itu juga ningkatin. tapi yang paling signifikan menurutku yaaa anime dengan game. hahaha..

3. Dan mengapa kakak berani mendaftar padahal skor TOEFLnya blm memenuhi standar? saya juga awalnya ga tau standarnya Oxford itu IBT 100. pas lihat lowongan S3, saya langsung kirim email + CV aja dan mereka responnya bagus. pas keterima, saya baru lihat2 lagi persyaratannya dan baru nyadar kalau persyaratannya itu IBT 100.

4. gimana ya karakteristik mahasiswa idaman oxford?? yang banyak society service nya kah/ yg kutu laboratorium kah/ yg bagus public speaking nya kah/ yg gimana? ini sepertinya tergantung programnya. untuk program sains, saya pernah diskusi dengan beberapa teman juga. dan hasilnya kalau karakteristik mahasiswa S3 itu yang diperlukan adalah skill problem solving, bagaimana memecahkan masalah yang dihadapi.

Oke kak lanjut ke pertanyaan berikutnya… banyak bgt pertanyaan yg udh masuk nih
1. Apa motivasi kakak sehingga langsung lanjut S3? Apakah kakak tidak merasa kesulitan? Terlebih kuliah di luar negeri?
2. Menurut kakak, kira-kira apa yg harus kami lakukan, sebagai mahasiswa, agar bisa mendapat beasiswa kuliah S2 di Oxford? Presentase antara kuliah dan organisasi? Mana yang harus dipentingkan?
3. Untuk beasiswa S2 Oxford, apakah ada untuk jurusan sastra Inggris?
4. CV yang baik itu seperti apa ya kak? Apakah harus nyantumin semua pengalaman organisasi dan prestasi?

1. saya ngerasanya ga cocok aja kalau kerja di perusahaan besar. entah kenapa. dan saya pernah magang di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan ngerasa asik banget kalau ngelakuin riset. jadi lanjut S3 aja. kalau di luar negeri, karena dulu aku pengen ngelatih kemampuan survival. jadi di tempat yang asing, jauh dari keluarga, bagaimana kita bisa bertahan hidup. dua2nya penting menurut saya, jadi jangan mengabaikan salah satunya demi yang lain. syarat utama untuk lanjut S2/S3 tentunya nilai kuliah.

2. Menurut kakak, kira-kira apa yg harus kami lakukan, sebagai mahasiswa, agar bisa mendapat beasiswa kuliah S2 di Oxford? Presentase antara kuliah dan organisasi? Mana yang harus dipentingkan? tapi untuk mendaftar, ngontak profesor, itu perlu skill komunikasi juga. skill komunikasi dan trik2 untuk kontak2an itu saya pelajari dari organisasi. dan kalau udah tahun akhir, prioritaskan kuliah (jangan abaikan skripsi dan tugas akhir)

3. Untuk beasiswa S2 Oxford, apakah ada untuk jurusan sastra Inggris? ada, malah jurusan English di Oxford termasuk salah satu yang paling bagus. LPDP juga menerima pendaftar untuk lumayan banyak jurusan kok.

4. CV yang baik itu seperti apa ya kak? Apakah harus nyantumin semua pengalaman organisasi dan prestasi? CV maksimal itu 2 halaman aja menurutku (bagi yang lain mungkin 3 halaman masih bisa diterima). karena terbatas, jadi ga perlu nyantumin semua pengalaman organisasi dan prestasi kuliah. cukup yang dirasa penting aja. sama tiap poin, jelasin apa yang kamu kerjakan dan apa pencapaiannya. untuk program S2/S3, prioritaskan pengalaman yang berhubungan (seperti proyek riset, pengalaman magang, dll).

[Transkip Kulon PBEC Malang/Mahasiswa Oxford]

1. Saya mau bertanya terkait required documents untuk persyaratan masuk univ.oxford. saya melihat bahwa “hampir semua” jurusan (atau memang semua ya) menyaratkan syarat “written work” yg pnjangnya minimal 2000 halaman. Yang saya tanyakan, “written work” di sini tepatnya apa ya? Apakah semacam proposal research atau essay? Bagamaina pengalaman kak firman dulu?
2. Research yg dilakukan mas firman saat di ITB brp kali? Apakah ada batasan minimal research yg pernah dilakukan?
3. kalo lanjutin S2 non sains misal accounting gitu kira” butuh persiapan research proposal juga kah ? Soalnya kebanyakan universitas LN butuh LoA yang mana kita kan harus punya rencana penelitian buat berhubungan sama dosen disana atau Prof disana ?
4. oiya surat rekomendasi harus dari orang yang penting kah ? Misal kalo hanya direktur perusahaan gitu gimana ya ?
5. kalo mau apply kita butuh mentranslate ijazah atau transkrip nilai gak si ? Karena kan kebanyakan B. Indo tuh ?

1. saya kurang tahu tentang written work sih, soalnya dulu saya ga pakai written work, maaf. mungkin untuk jurusan “social science” written work cukup penting.

2. pengalaman riset saya itu seperti tangga. jadi mulai dari yang kecil, seperti bikin program komputer kecil2an pas liburan kuliah. trus dari pengalaman bikin program kecil2an, saya cari magang di UTM (Malaysia). ini risetnya udah lumayan serius, soalnya kerja bareng anak S2 dan S3. trus pengalaman dari UTM ditambah pengalaman tugas akhir, alhamdulillah dapat kesempatan buat riset di CERN (Swiss). dari CERN itulah saya dapat info tentang lowongan di Oxford. kayaknya pengalaman riset itu sangat membantu aplikasi (walaupun mereka ga bilang secara eksplisit). untuk batasan minimal, saya juga kurang tahu, tapi yaaa minimal 1-lah pas tugas akhir.

3. kalo lanjutin S2 non sains misal accounting gitu kira” butuh persiapan research proposal juga kah? hmmm.. yang ini saya juga kurang tahu, tapi biasanya mereka minta essay. entah itu dalam bentuk motivation letter atau research proposal. bisa dilihat di persyaratan jurusannya di Oxford.

4. oiya surat rekomendasi harus dari orang yang penting kah ? Misal kalo hanya direktur perusahaan gitu gimana ya ? menurut saya, lebih baik minta rekomendasi dari yang jabatannya biasa aja tapi pernah kerja dekat dengan kamu dibandingkan orang yang jabatannya tinggi tapi kurang dekat sama kamu. mereka bisa menilai mana rekomendasi yang beneran (dari orang yang dekat dengan kamu) dan mana rekomendasi yang umum (dari orang yang ga kenal kamu begitu dekat).

5. kalo mau apply kita butuh mentranslate ijazah atau transkrip nilai gak si ? Karena kan kebanyakan B. Indo tuh ? iya, perlu translate. kalau di universitas kamu ga menyediakan ijazah atau transkrip dalam bahasa inggris, bisa minta jasa penerjemah tersumpah.

[Transkip Kulon PBEC Malang/Mahasiswa Oxford]

1. apa ada skill lain yang perlu dipersiapkan selain akademik? Pengalaman kerja tidak dibutuhkan? Dan misal ambil jurusan social work apa harus ada bukti berupa sertifikat yg dilampirkan untuk membuktikan pengalaman?
2. Apakah di Oxford lulusan diploma D4 dianggap setara dg S1 shg bisa lgsg apply ke program master?
3. Sya mau tnya bidng apkah yng lgi diteliti utk Fisika Oxford sendiri, khususnya di bidang material ? Sya sngat trtarik di bidang material pesawat.
4. Kmudian nanti sistem pembukaan pendaftaran itu sperti apa pngumumannya ?
5. hal” apa yng perlu sya siapkan dri skrng utk bisa studi Fisika Material di Oxford ? khususnya di bidang Aero.

1. apa ada skill lain yang perlu dipersiapkan selain akademik? Pengalaman kerja tidak dibutuhkan? Dan misal ambil jurusan social work apa harus ada bukti berupa sertifikat yg dilampirkan untuk membuktikan pengalaman? skill-nya tergantung jurusan apa yang kamu mau masuki. pengalaman kerja untuk jurusan sains biasanya tidak mutlak diperlukan (saya belum punya pengalaman kerja). tapi beberapa program, seperti program S2 di pemerintahan, mereka lebih memilih orang yang punya pengalaman kerja. selama pendaftaran ke Oxford, saya ga pernah melampirkan sertifikat. soalnya mereka ngeceknya dari wawancara. tapi saya pernah daftar ke KAIST (Korea), mereka minta semua copy-an sertifikat dan harus dilegalisasi sama pengacara.

2. Apakah di Oxford lulusan diploma D4 dianggap setara dg S1 shg bisa lgsg apply ke program master? untuk program saya, mereka menerima lulusan program B.Sc. (Bachelor in Science), jadi kalau jurusan diplomanya kira2 sama dengan B.Sc., mungkin bisa dipakai untuk daftar. (tapi saya kurang tahu tentang ini sih, mungkin bisa dicek lagi di internet)

3. Sya mau tnya bidng apkah yng lgi diteliti utk Fisika Oxford sendiri, khususnya di bidang material ? untuk material, Oxford punya jurusan Material sendiri. terpisah dari fisika dan engineering. kalau di fisika, yang sekarang banyak diteliti tentang material itu tentang condensed matter (material untuk magnetik, elektronik, optics, dll)

4. Kmudian nanti sistem pembukaan pendaftaran itu sperti apa pngumumannya ? pendaftarannya buka sekitar Oktober kalau ga salah bisa dilihat aja website-nya Oxford pas waktu segitu. bisa dicari “oxford graduate admission”. untuk material di bidang aero, mungkin lebih tepat ke jurusan engineering atau material.

5. hal” apa yng perlu sya siapkan dri skrng utk bisa studi Fisika Material di Oxford ? khususnya di bidang Aero. latihan bahasa Inggris, cari2 profesor dan baca paper2 riset dari profesor Oxford yang kamu suka.

[Transkip Kulon PBEC Malang/Mahasiswa Oxford]

1. apakah ada perbedaan mencolok sistem pendidikan di UK atau oxford dgn di indonesia?
2. Menurut Kak Firman research proposal seperti apakah yg kemungkinan besar berpeluang utk di terima di oxford ?
3. apakah di oxford jurusan master of education ada?
4. buat kaka, nilai (bukan nilai matkul ya ka) apa sih yg kaka pegang selama s1 yg bner2 ngbantu kaka selama apply oxford dan beasiswa?
5. Biasanya utk apply s2 ada requirements pengalaman kerja min 2 tahun(saya liat chevening atau UCL gitu ya, lupa prsisnya). Apa bisa pengalaman kerja itu diganti dengan pengalaman organisasi?
6. apa aja yang harus kita persiapkan sejak dini/sejak s1 biar dapat beasiswa di oxford?

1. sistem pendidikan di UK itu tidak pakai IPK, pakainya “first class” dan semacamnya. di UK juga kita ga manggil dosen dengan sebutan “Mr.” kita langsung manggil pakai nama pertamanya, contohnya dosen saya namanya “Peter Norreys”, jadi saya panggil aja “Peter”. dan mereka juga terbuka banget kalau kita mau coba terapkan ide kita. kalau ada ide, kita bilang ke supervisor dan beberapa orang yang kita harapkan untuk membantu, mereka langsung bantu. (di Indonesia juga beberapa orang gini sih).

2. research proposal untuk jurusan S3 itu yang penting tepat mendeskripsikan tentang riset itu (masalah yang dihadapi, keuntungan yang akan diperoleh di masa depan, dll). sama kamu juga mengajukan kontribusi yang sesuai dengan background kamu.

3. apakah di oxford jurusan master of education ada? ada, di department of education

4. buat kaka, nilai (bukan nilai matkul ya ka) apa sih yg kaka pegang selama s1 yg bner2 ngbantu kaka selama apply oxford dan beasiswa? nilai yang saya pegang itu selalu berpikir positif. pas daftar S2/S3 di berbagai universitas, saya gagal banyak kali, tapi saya selalu berpikir, “pasti ada jalan yang lebih baik buat saya” dan saya juga coba berbagai kemungkinan (meskipun ga berhubungan langsung dengan program S2/S3), seperti cari kesempatan magang dan ini terbukti efektif menurut pengalaman saya.

5. Biasanya utk apply s2 ada requirements pengalaman kerja min 2 tahun(saya liat chevening atau UCL gitu ya, lupa prsisnya). Apa bisa pengalaman kerja itu diganti dengan pengalaman organisasi? sayangnya pengalaman kerja ga bisa digantikan dengan pengalaman organisasi. banyak kok program yang ga mensyaratkan pengalaman kerja. untuk beasiswa, LPDP ga mensyaratkan pengalaman kerja. program saya (fisika Oxford) juga ga mensyaratkan pengalaman kerja.

6. apa aja yang harus kita persiapkan sejak dini/sejak s1 biar dapat beasiswa di oxford? saran saya, latih bahasa Inggris dan manfaatkan waktu luang/liburan sebaik mungkin (bikin program kecil2an, cari program magang, dll). pengalaman magang sama bikin proyek kecil2an itu bisa buat mempercantik CV.

[Transkip Kulon PBEC Malang/Mahasiswa Oxford]

1. Sebelum akhirnya S3 di Oxford, kakak mendaftar ke Univ mana saja?
2. Menurut pengalaman kakak, sebaiknya mendaftar ke berbagai univ dalam satu waktu atau bagaimana?

1. Sebelum akhirnya S3 di Oxford, kakak mendaftar ke Univ mana saja? saya daftarnya di UC Berkeley, Univ of Chicago, UC San Diego, dan Caltech (Amerika). itu ambisius banget sih dulu. hahaha. empat2nya nolak aku semua. trus aku daftar juga ke KAIST (Korea Selatan) dan alhamdulillah diterima. jadi daftar ke 6 universitas, cuma 2 yang menerima.

2. Menurut pengalaman kakak, sebaiknya mendaftar ke berbagai univ dalam satu waktu atau bagaimana? boleh kok daftar lebih dari satu univ dalam satu waktu. waktu pendaftaran kan kira2 bulan segini, jadi orang2 pada daftarnya lebih dari 1 univ. temanku ada yang malah daftar ke 10 universitas bersamaan. yaaah, berat di biaya pendaftaran sih. honor kerja sambilanku waktu S1 habis buat daftar universitas. hahaha..

Terima kasih kak Firman sdh menjawab pertanyaan teman2 . Mungkin kakak bisa memberika closing statement untuk teman2 yg ada di sini
Kalau teman-teman serius ingin lanjut S2 atau S3 di luar negeri, persiapkan sejak dini. Mulai dari persiapan akademik sampai persiapan mental. Kegagalan waktu mendaftar itu hal yang biasa dan cara kita merespon kegagalan itu yang akan menentukan keberhasilan kelak. Jadi, tetap berpikir positif dan jangan menyerah. Dan kalau sudah berhasil, jangan lupa untuk berkontribusi ke teman-teman sekitar. 🙂
Ada contact yg bisa dihubungi kak? Kalo temen2 mau nanya2 lagi. lebih bagus lewat facebook atau email
facebook saya: https://www.facebook.com/firman.kasim

email: firman.kasim@gmail.com

oh iya, untuk proses pendaftaran di Oxford, saya pernah tulis di Kompasiana: http://www.kompasiana.com/mfkasim/dari-s1-langsung-s3-di-oxford-anda-bisa_551fc17c813311611e9df883

saya juga biasanya nge-blog tentang pengalaman saya di: http://blog.mfkasim.com

terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk berbagi pengalamannya. semoga bisa menginspirasi teman2 buat apply oxford 🙂
o iya, saya juga lagi cari yang berminat untuk lanjut S3 di Oxford di grup saya.
[Lowongan PhD di Oxford]
Kemarin saya diskusi dengan supervisor dan beliau setuju untuk menerima satu mahasiswa DPhil (PhD) dari Indonesia di grup kami untuk Oktober 2016. Untuk funding, boleh apply ke LPDP atau beasiswa lain di Oxford. Bidangnya di Plasma Physics dan topiknya beragam, dari Inertial Confinement Fusion, High Power Laser, High Energy Density Science, dan Plasma Accelerator.
Latar belakang minimal S1 di bidang sains atau teknik. Pengetahuan tentang plasma di awal tidak mutlak diperlukan, tapi ketertarikan di bidang tersebut adalah hal yang mutlak diperlukan. Yang berminat, silakan kontak saya lewat email.
kalau ada yang berminat, bisa hubungi saya. kirim email + CV ke emailku ya: firman.kasim@gmail.com
nanti dihubungi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *