Lebih Berharga dari 1 Milyar per Hari

Sehari-hari, Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk tergabung dalam grup whatsapp online BIAS (Bimbingan Islam) yang memberikan materi-materi tentang islam secara runtut. Kebetulan ada salah satu materi yang menarik yang ingin saya bagikan ke teman2 sekalian.

? Materi Tematik
? Ustadz Muhammad Nuzul Zikri, Lc
? Ceramah Singkat | Lebih Berharga Dari 1 Milyar Per Hari
⬇ Download audio
https://drive.google.com/file/d/0B1e0BM9z9hzYVjdyakEzTXFjUHc/view?usp=docslist_api

Sumber:

➖➖➖➖➖➖➖

LEBIH BERHARGA DARI 1 MILYAR PER HARI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُلِلّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَارِك

Pemirsa yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, apakah Anda pada saat ini sedang mencari sebuah pekerjaan?

Atau Anda tidak puas dengan penghasilan bulanan Anda lalu Anda ingin memperbaiki kondisi finansial dan penghasilan yang halal yang selama ini Anda terima.

Lalu Anda buka lembaran surat kabar yang berisikan informasi-informasi tentang lowongan pekerjaan.

Atau Anda buka internet di forum lowongan pekerjaan lalu Anda mendapatkan sebuah informasi bahwa ada sebuah pekerjaan halal yang menawarkan penghasilan yang begitu mencengangkan.

Perusahaan tersebut menawarkan penghasilan 200 juta sebulan misalnya dan pekerjaan itu cocok dengan latar belakang Anda.

Apakah Anda akan mengambil peluang itu, mengirim surat lamaran?

Apakah Anda akan tinggalkan pekerjaan anda yang lama?

Saya rasa kita semua tahu jawabannya.

Anda akan ambil peluang itu dan tidak menyia-nyiakannya.

Kenapa?

Jawabannya simpel.

Mendapatkan 200 juta sebulan dengan cara yang halal.

Pemirsa yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

Ada baiknya kita merenungkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam di bawah ini.

Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam menawarkan hal yang hampir serupa, jika kita aktualisasikan dengan bahasa kita.

Dalam sebuah hadist yang shahih, hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Nabi menawarkan sebuah penghasilan yang halal kepada para sahabatnya.

Mari kita simak bersama.

Beliau menyatakan, “Wahai sahabat, siapa diantara kalian yang berminat untuk pergi ke Buth-han dan ‘Aqiq?

Apa itu Buth-han dan Aqiq? Buth-han dan Aqiq adalah dua pasar unta di dekat kota Madinah.

Dan mengapa Nabi Shallahu ‘alaihi Wasallam menawarkan hal itu kepada para sahabatnya?

Mari kita simak lanjutan hadist tersebut

“Untuk mendapat dua unta Kaumawain dengan tanpa dosa dan tidak memutuskan tali silaturahim.”

Dengan bahasa yang lebih sederhana, Nabi menawarkan dua unta Kaumawain dengan cara yang halal dan tidak menzhalimi orang lain.

Apabila kita berada di posisi sahabat, siapa diantara kita yang menerima tawaran tersebut?

Pemirsa jangan cepat-cepat menolak, karena unta Kaumawain adalah unta terbaik yang ada di muka bumi ini.

Dan apabila kita hargai dengan harga sekarang maka satu ekor bisa bernilai 500 juta lebih, Allahu Akbar!

Dan berapa ekor yang Nabi tawarkan?

Dengan dua unta Kaumawain.

Sebulan sekali? Tidak.

Nabi mengatakan “Setiap hari.”

Anda pergi ke pasar unta tersebut untuk mendapatkan dua unta Kaumawain.

Sekali lagi jika satu unta berharga 500 juta dan orang tersebut mendatanginya setiap hari sebagaimana tawaran dan saran Nabi, maka berapakah penghasilan dia satu bulan?

Kurang lebih tiga puluh miliar, karena satu hari 1 M.

Siapa tidak berminat?

Saya rasa jika ini dilemparkan dan ini ditawarkan ke tengah-tengah kita, maka tidak ada satupun kaum muslimin yang menolaknya .

Begitu juga dengan para sahabat, karena ini tidak aib, melainkan dengan jalan yang halal.

Mereka mengatakan, “Wahai Rasullullah, kami berminat untuk pergi ke sana. Kami mau berangkat ke sana untuk mendapatkan dua unta Kaumawain setiap hari secara gratis dan halal.”

Ini penghasilan halal yang begitu menggiurkan, siapa yang tidak mau?!

Begitu Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam melihat respon para sahabatnya dan melihat kesiapan mereka untuk bergegas pergi ke dua pasar unta tersebut, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam kembali bersabda di hadapan mereka

“Kalau kalian berminat untuk mendapatkan dua ekor unta tersebut (dua ekor unta yang harganya kurang lebih 1 M) setiap hari, mengapa kalian tidak pergi ke masjid untuk mendapatkan dua ayat di dalam Al-Qurānul Karim agar kalian mengetahui dan membaca dua ayat dari Al-Qur’anul Karim.

Karena dua ayat yang kalian baca dan pelajari itu lebih baik (lebih mahal, lebih tinggi) nilainya di sisi Allah di banding dua unta Kaumawain.

Dan tiga ayat itu lebih baik (lebih mahal, lebih tinggi nilainya) dari tiga unta.

Dan empat ayat yang kalian pelajari, itu lebih mahal dari empat unta.

Dan begitu seterusnya… lima ayat lebih mahal dari lima unta.. enam ayat lebih mahal dari enam unta… tujuh ayat lebih mahal daripada tujuh unta… Allahu Akbar!

Bagi kita yang sedang mencari pekerjaan halal, yang ingin meningkatkan penghasilan bulanan kita, kenapa kita tidak berpikir dan merenungi hadist ini?

Mengapa kita mencari pekerjaan?

Mengapa kita mencari penghasilan yang halal?

Banyak orang mengatakan untuk masa depan.

Kalau demikian, kenapa kita tidak berpikir masa depan kita setelah kita menghembuskan nafas kita yang terakhir?

Kenapa kita tidak berpikir masa depan di alam kubur yang pasti terjadi?

Kenapa kita tidak berpikir masa depan ketika kita dibangkitkan secara atau dalam kondisi telanjang bulat, tidak memakai alas kaki, tidak membawa bekal, tanpa dikhitan?

“Pada hari kiamat itu manusia dibangkitkan dalam kondisi telanjang bulat, tidak memakai alas kaki, tidak dikhitan/disunat dan tidak membawa perbekalan apapun juga.”

Bukankah itu masa depan juga?

Bahkan itulah masa depan yang hakiki, masa depan yang sejati, yang tidak mungkin kita lari darinya.

Oleh karena itu dalam hadist ini, Nabi menjelaskan bahwa keutamaan ilmu agama dan mempelajarinya itu lebih berharga (lebih mahal) daripada dunia yang selama ini kita cari, daripada lembaran-lembaran rupiah atau dollar yang selama ini kita dapatkan.

Siapa diantara kita yang mendapatkan gaji satu bulan satu miliar ? Sebagaimana yang ditawarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam.

Untuk mendapatkan gaji bulanan 10, 20, 30 juta, orang zaman sekarang rela menempuh perjalanan dua atau tiga jam untuk sampai di kantornya, rela bermacet-macet ria, rela bekerja selama delapan jam atau di tambah dengan jam-jam lembur.

Berapa yang Anda dapat? Mungkin hanya 30 juta, 50 juta dan seterusnya. Dan itu sudah angka yang sangat fantastis pada saat ini secara umum dan ‘urf di masyarakat .

Kalau demikian, kenapa kita tidak tertarik duduk di majelis taklim?

Duduk di lantai masjid untuk mempelajari tafsir Al-Qur’an dan hadist-hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam.

Saya rasa tidak ada kajian yang durasinya delapan jam sebagaimana durasi pekerjaan kita.

Tapi ada berapa ayat yang kita dapatkan? Ada berapa ayat yang kita pelajari dan pahami?

Ternyata sepuluh ayat mungkin, ternyata lima belas ayat, ternyata dua puluh ayat.

Itu belum ditambah hadist-hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam .

Itu lebih baik daripada unta yang satu ekornya berharga lima ratus juta.

Dan ulama kita menjelaskan; ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam membandingkan satu ayat dengan satu unta, itu bukan berarti hanya berharga atau hanya lebih baik daripada unta.

Namun ini menunjukkan bahwa ilmu agama lebih baik dari harta dunia. Karena unta Kaumawain merupakan simbol kekayaan pada saat itu.

Sehingga tidak heran, Allah memerintahkan untuk kita bergembira pada saat kita mendapatkan Al-Qur’an, saat kita mempelajarinya, saat kita mentadaburinya .

Ingatkah kita surat Yunus ayat 58?

Ketika Allah berfirman ,

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Apa tafsir karunia dan rahmat ini?

Para ulama seperti imam Mujahid, mengatakan bahwa;

◆ Karunia dalam ayat ini bukan harta dunia, namun IMAN.
◆ Rahmat dalam ayat ini bukan fasilitas dunia, namun AL-QURĀN.

Allah perintahkan kita untuk bergembira saat kita mendapatkan iman, saat iman kita bertambah dan pada saat kita mendapatkan dan mempelajari ayat-ayat Al-Qurān, lalu kita amalkan dan kita dakwahkan.

Kenapa

demikian?

Di akhir ayat tersebut Allah jelaskan salah satu alasannya, yaitu karena Al-Qurān tdan iman tersebut itu lebih berharga (lebih mahal) daripada seluruh harta yang mereka kumpulkan.

Sehingga kita bisa meluangkan waktu setiap hari, dua belas jam, lima belas jam untuk dunia, untuk penghasilan yang halal.

Mengapa kita tidak punya waktu untuk menghabiskan beberapa jam saja sepekan mungkin sekali atau tiga hari sekali untuk mempelajari ilmu agama?

Semoga nasehat singkat ini bermanfaat untuk saya pribadi dan pemirsa sekalian.

Dan semoga kita semakin semangat untuk mempelajari ilmu agama dengan mengetahui keutamaan demi keutamaannya.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
————————————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *