Rekap Kuliah Online Pemburu Beasiswa #10: Australia (AAS & LPDP)

 [20/06 08:56] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Assalamualaikum..
Selamat pagi teman-teman pemburu beasiswa..
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan..
[20/06 08:57] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Terima kasih kepada moderator yang telah memperkenalkan kami pemateri KULON #10.
Saya Maslihatul Bisriyah (Riya) bersama rekan saya Miftahul Hidayah (Uul) ingin berbagi pengalaman bagaimana “asyiknya” berburu beasiswa dan study di Australia. Karena kami berangkat dari beasiswa yang berbeda, saya terlebih dahulu akan menjelaskan tentang Australia Awards Scholarship (AAS) dan dilanjutkan penjelasan tentang beasiswa LPDP oleh mbak Uul. Mengenai study di Australia, teman-teman bisa bertanya lebih lanjut di sesi Tanya-Jawab.
[08:59, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 08:58] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Sebelum membahas tentang AAS, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang petualangan saya berburu beasiswa luar negeri dengan harapan semoga bisa memberikan sedikit motivasi bagi teman-teman yang sedang berjuang ataupun masih dalam tahap bermimpi mendapatkan beasiswa.
[20/06 08:58] PBEC Wahiddiana: Baik kak
[09:00, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 08:59] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Bermula dari impian untuk belajar di luar negeri, selama menjadi mahasiswa UIN Maliki Malang saya paling rajin apply berbagai macam short courses seperti Indonesia English Language Study Program (IELSP) yang menawarkan kursus Bahasa Inggris di universitas Amerika Serikat selama 8 minggu dan program pertukaran pemuda antar negara seperti PCMI Jatim. Namun sayangnya, kurang lebih 2 kali mendaftar saya hanya bisa lolos di tahap awal (seleksi administrasi). Saya tetap bersyukur, meskipun saya belum bisa berangkat ke luar negeri, saya mendapatkan banyak teman selama proses wawancara. Ya, sayapun turut bahagia dan bangga jika ada salah satu dari mereka akhirnya bisa lolos?
[20/06 09:00] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Setelah wisuda di bulan Oktober 2011, impian untuk keluar negeri agak “sedikit” mengendur karena saya mulai berpikir tentang pekerjaan tetap. Saya menyadari bahwa untuk melanjutkan kuliah S2, biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit dan saya malu untuk terus meminta “uang saku” dari orang tua mengingat adik laki-laki saya juga akan melanjutkan study di perguruan tinggi. Namun tetap saja, sebagai manusia biasa perasaan iri seringkali hinggap di dalam benak saya ketika melihat teman-teman seperjuangan bisa melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Kala itu, saya terus meyakini bahwa everything happens for a reason atau bahasa kerennya pasti ada hikmah di balik semua ini. Always positif thinking karena sesungguhnya rencana-Nya jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan.
[09:03, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:01] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Suatu hari, salah satu teman mengajak saya untuk menjadi volunteer di program pertukaran pelajar untuk siswa/i SMA, Bina Antarbudaya AFS Chapter Malang. Saya langsung mengiyakan tawaran itu karena saya tidak mau larut dalam kesedihan gara-gara tidak bisa lanjut kuliah. Sebagai volunteer, tugas saya adalah mewawancarai para kandidat yang berasal dari beberapa sekolah di Malang, Blitar, Pasuruan, Pandaan, Probolinggo, dan Madiun. Pengalaman yang sangat mengesankan ketika saya tahu apa motivasi mereka mengikuti program ini dan banyak pelajaran yang saya ambil dari “kepolosan” jawaban mereka. Mereka adalah anak-anak yang punya mimpi dan tidak takut untuk menggapai mimpi-mimpi mereka. Sejak saat itu, impian sayapun mulai menggebu kembali.
“Saya harus kuliah S2 di luar negeri!” begitu tekad saya dalam hati ??
[20/06 09:02] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Di waktu yang sama, saya juga mulai aktif di kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh PCNU kota Malang. Karena orang tua saya adalah warga Nahdliyyin, sayapun terlibat dalam kepengurusan IPPNU. Subhanallah.. Allah memang Maha Mendengar. Beberapa hari setelah pelantikan, melalui webnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa ada kesempatan bagi sarjana NU untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australia dan Amerika. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini, saya langsung mendaftar meskipun saat itu belum terpikirkan negara mana yang akan saya pilih untuk beasiswa Master ini. Dengan izin dan doa dari orang tua, akhirnya saya memutuskan untuk memilih beasiswa Australia yang tak lain adalah Australia Awards Scholarship (dulu disebut ADS, Australian Development Scholarship).
[09:07, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:04] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Karena saya berasal dari open category, berdasarkan informasi dari salah satu staf IDP Malang (nama dirahasiakan) peluang saya sangatlah kecil karena beasiswa ini lebih diperuntukkan bagi PNS (public category). Beasiswa ini juga menekankan adanya gender equality yang mana proporsi male and female 50:50. Tak hanya itu, pelamar dari targeted area (Aceh, NTT, NTB, Papua, Papua Barat) memiliki peluang yang lebih besar dan diutamakan. Berita ini tentu saja membuat saya pesimis dan berkecil hati. Namun dengan support dan bantuan dari dosen saya yang juga alumni ADS, Pak Buhanudin Syaifulloh dan Bu Faizah Istiqomah, saya persiapkan seluruh dokumen persyaratan dengan lengkap (including the optional one) dan berhasil lolos ke tahap berikutnya (IELTS dan wawancara).
[20/06 09:06] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Adapun persyaratan umum untuk apply AAS adalah sebagai berikut:
1. Usia maksimal 42 tahun (saat mendaftar)
2. Memiliki IPK minimal 2.9
3. Nilai TOEFL minimal 500 untuk pelamar Master dan 600 untuk pelamar PhD (Biasanya diminta hasil terbaru dan menyertakan sertifikat asli. Hasil TOEFL prediksi tidak akan diterima)
4. Jika mendaftar Master by research dan PhD, pelamar sudah harus memiliki research proposal dan dianjurkan sudah menghubungi salah satu dosen Australia untuk menjadi supervisor.
[09:09, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:07] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Dokumen yang wajib dilampirkan (compulsory):
1. Copy akta kelahiran (translate + dilegalisir)
2. Copy KTP/paspor
3. Curriculum Vitae
4. Copy Ijazah dan transkrip nilai (translate + dilegalisir)
[20/06 09:08] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Dokumen pendukung (optional):
1. Sertifikat penghargaan
2. Sertifikat keikutsertaan dalam acara
3. Copy publikasi karya ilmiah
4. Surat rekomendasi (bisa dari dosen, organisasi, atau lembaga dimana kita bekerja)
Karena saat itu saya lewat jalur PBNU, maka surat rekomendasi dari ketua PBNU Pusat.
[09:12, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:11] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Melihat dokumen-dokumen yang harus dipenuhi diatas, sebenarnya tidaklah sulit dan hampir sama dengan persyaratan beasiswa lain. Setelah melengkapi semua persyaratan, yang tak kalah penting adalah mengisi application form (bisa didownload di http://www.australiaawardsindonesia.org/). Karena dalam form ini kita harus menuliskan 2 nama universitas Australia yang akan kita pilih, kita harus rajin mencari informasi baik dari website mereka atau sharing sesama teman yang juga sedang memburu beasiswa.
Teman-teman bisa buka link ini untuk mengetahui diskusi yang sudah berjalan cukup lama:
http://m.kaskus.co.id/thread/000000000000000004329537/thread-resmi-beasiswa-s2-s3-ads-australia
[09:13, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:13] PBEC Wahiddiana: Wah..penuh perjuangan kak
[20/06 09:13] PBEC Wahiddiana: ???
[20/06 09:13] PBEC Wahiddiana: Memang banyak jalan menuju roma ya?
[20/06 09:13] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Dalam memilih course (jurusan), usahakan memilih yang relevan dengan background akademik dan pekerjaan sekarang (jika sudah bekerja). Untuk yang belum bekerja, jangan minder! Kesempatan untuk lolos masih tetap ada as long as kalian bisa meyakinkan bahwa setelah selesai study kalian akan memberikan kontribusi yang pasti untuk pembangunan negeri ini. Ada baiknya juga sebelum dikirim ke AAS Office, kita minta bantuan senior atau dosen untuk mengoreksi jawaban kita (bukan berarti meminta jawaban yah?
Ini semacam proof read apakah tulisan kita bisa dimengerti dengan mudah? apakah kita sudah menjawab pertanyaan? Apakah sudah benar grammar yang kita pakai? dst.
[09:16, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:15] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Hehe.. Benar dek, hidup memamng penuh perjuangan?Setelah semua dokumen dilengkapi, sangat dianjurkan untuk membuat copyan sebanyak 3 (1 asli dan 2 copy untuk dikirim ke AAS, 1 copy lagi untuk koleksi kita persiapan untuk wawancara). Yup, selalu yakin bahwa kita akan lolos ke tahap berikutnya?
[20/06 09:16] PPI Australia Maslicha Bisriyah: While we are waiting for the announcement (biasanya diumumkan bulan Desember), yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk wawancara dan IELTS sekaligus berdoa. Sekali lagi, kita bisa bertanya ke senior atau dosen alumni AAS tentang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul ketika interview. Meskipun interviewer berbeda tiap tahunnya, saya yakin mereka memiliki daftar pertanyaan yang sama. Selain itu, ada banyak blog yang berisi tentang pengalaman interview AAS, just go googling and practice! Yang pasti, semua pertanyaan akan berhubungan dengan apa yang kita tulis di application form. So, don’t worry too much!
[09:17, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:16] PBEC Veny: Kunci nya yakin y kak???
Tidak ada yg tidak mungkin bila kita yakin..
[20/06 09:17] PPI Australia Maslicha Bisriyah: ???
[20/06 09:17] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Bagi yang belum pernah tahu seperti apa tes IELTS, wajib hukumnya untuk mengikuti simulasi IELTS (saat itu saya ikut di IDP Malang dan gratis). Setidaknya mengetahui gambaran seperti apa tes IELTS itu karena tes ini sangatlah berbeda dengan TOEFL. Contohnya, pada listening section, peserta harus mengisi jawaban bersamaan dengan audio diputar. Ada instruksi di awal bahwa audio ini untuk soal nomor sekian sampai sekian, namun tidak ada indikasi perpindahan dari nomor satu ke nomor berikutnya. Oleh karena itu, teruslah belajar dan terbiasa dengan Bahasa Inggris mulai dari sekarang. Biasakan telinga dengan pembicaraan Bahasa Inggris entah itu lewat film tanpa subtitle, radio BBC, ABC, atau lewat video youtube. Juga mulailah membaca apapun dalam Bahasa Inggris entah itu koran online, majalah, jurnal, novel, komik dan lainnya. Semua ini akan membantu kalian dalam mempersiapkan tes IELTS nantinya. Berikut link yang sering saya kunjungi untuk belajar IELTS mandiri dan menurut saya ini sangat membantu http://ielts-simon.com/, http://www.ielts-blog.com/, dan http://www.ieltsbuddy.com/IELTS-blog.html.
[09:21, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:20] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Dan pada akhirnya, karena mendapat beasiswa itu adalah perlombaan diantara ribuan orang dengan tujuan yang sama, penting juga untuk menyerahkan semua usaha kita kepada Sang Maha Pengatur. Jika ini adalah yang terbaik, yakinlah semua akan dimudahkan oleh-Nya. Terus berdoa dan berusaha!
[20/06 09:21] PBEC Veny: Terus semangat ??
[20/06 09:21] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Mungkin itu dulu dari saya, selanjutnya mbak Uul yang akan membahas bagaimana proses mendapatkan beasiswa LPDP.
[09:24, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:23] PPI Australia Miftahul Hidayah: Assalamu’alaikum teman2 semua,, ?
Perkenalkan, saya Uul..
Wahh seru sekali pembahasan dari mba riya ttg perjuangan mendapatkan beasiswa nya ya,, ☺
[20/06 09:23] PPI Australia Miftahul Hidayah: Oia, untuk pengalaman saya sendiri ketika berjuang mendapatkan beasiswa ini bisa dibaca di blog ya (walaupun belum ditulis semua ?) karena kalo dibahas disini kepanjangan,, hehe
Ini alamat blognya: http://www.dkeyofhuda.wordpress.com
[09:25, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:24] PPI Australia Miftahul Hidayah: Sekarang kita lgsung aja ke pembahasan ttg beasiswa LPDP ya,, ?
[20/06 09:25] PPI Australia Miftahul Hidayah: Kalo AAS adalah beasiswa dari pemerintah Australia, maka LPDP adalah beasiswa dari pemerintah Indonesia,
[09:26, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:26] PPI Australia Miftahul Hidayah: Mungkin sebagian teman2 disini sudah sering mendengar ttg beasiswa ini,, ?
[20/06 09:26] PPI Australia Miftahul Hidayah: Sekilas tentang beasiswa lpdp
– Merupakan beasiswa dari pemerintah Indonesia yg dikelola oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)
– Sasaran: seluruh WNI yang unggul secara akademik dan memiliki jiwa kepemimpinan
– macam2 beasiswa: 1) bea magister dan doktor ; 2) bea tesis dan disertasi ; 3) bea afirmasi; 4) bea pend. dokter spesialis; 5) presidential scholarship
– persyaratan msg2 bea serta jadwal pendaftaran & seleksi dapat dilihat di web lpdp : http://www.lpdp.kemenkeu.go.id
[09:28, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:27] PPI Australia Miftahul Hidayah: Tahapan beasiswa lpdp (magister dan doktoral, afirmasi, pend spesialis dokter)
Tahapan pertama:
SELEKSI ADMINISTRASI
Tips:
– lengkapi semua dokumen dgn baik (toefl/ielts, essay, dan dok lain)
– bikin essay semenarik mungkin dan harus memiliki impact/kontribusi terhadap indonesia. Kontribusiny harus realistis juga ya,, ?
– kalau bisa, minta tlg teman utk membaca dan ngasih komentar ttg essay kita.
– utk rencana studi, kalo bisa tulis sedetail mgkin: ttg course yg akan diambil, rencana thesis, rencana setelah lulus kuliah
[20/06 09:28] PPI Australia Miftahul Hidayah: Tahapan kedua:
1) SELEKSI WAWANCARA
(a) academic related questions :
– alasan pemilihan negara, univ, dan jurusan
– manfaat ilmu yang akan dipelajari terhadap Indonesia
– target setelah lulus kuliah
(b) Personal related questions :
– dukungan dari keluarga
– kesiapan mental utk tinggal d luar negeri & jauh dari kel.
(c) Social activities dan organizations:
– pengalaman organisasi dan kegiatan sosial yg pernah diikuti
* utk yg akan study d luar negeri biasanya diminta menjawab beberapa pertanyaan dalam b. Inggris (tergantung interviewers)
[09:30, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:29] PPI Australia Miftahul Hidayah: Tips wawancara:
– cari info sabanyak mgkin ttg negara tujuan, univ dan jurusan yg dipilih
– be confident, jawab pertanyaan dgn tegas dan tidak plin plan
– be honest, karena kalo ga jujur bakal ketauan sama psikolog ny dan it pasti mengurangi point
– be your self karena jadi org lain itu susah,, ?
[20/06 09:29] PPI Australia Miftahul Hidayah: 2) LGD (LEADERLESS GROUP DISCUSSION )
Tips:
– banyak2 baca dan nonton berita sebelumnya
– ketika mengemukakan pendapat sertakan alasan yang kuat
– jangan terlalu mendominasi, kasih kesempatan teman yang lain utk berbicara
– jangan terlalu pasif karena tak selamanya diam itu emas,, ?
[09:32, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:30] PPI Australia Miftahul Hidayah: 3) ESSAY ON THE SPOT
ini peraturan baru jadi belum tau bagaimana sistemnya
Tips umum: sering2 latihan nulis, bisa di blog, facebook, diari dll,,
Quote: ” Menulislah dengan wawasan dan hati, agar bisa mencerdaskan dan sampai ke hati-hati yang lainnya” (Helvy Tiana Rosa) ??
[20/06 09:31] PPI Australia Miftahul Hidayah: Nah, kalo udah lulus sampai seleksi tahap 2, itu berarti sudah menjadi penerima beasiswa LPDP atau biasa dikenal awardee LPDP, tapiii masih ada satu tahapan lagi yang WAJIB diikuti, kalo ga ikut status awardee ny bakal dicabut,, hehe
[09:33, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Tahapan ketiga:
PK (PERSIAPAN KEBERANGKATAN)
PK ini adalah karantina yang dilakukan selama 7 hari utk awardee LPDP sebelum brgkat ke negara tujuan msg2. Disini kita akan dibekali dengan ilmu ttg kepemimpinan, nasionalisme, basic life training, financial literacy dll. Ini kegiatan yang paling dinanti oleh semua awardee karena disini kita akan bertemu teman2 yang luar biasa dan menginspirasi dari seluruh Indonesia (satu angkatan PK biasanya sekitar 100 org awardee)
[09:34, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Note: LPDP hanya sebagai penyedia dana, sehingga proses pndaftaran ke kampus tujuan dilakukan oleh masing2 awardee. Begitu juga dengan persiapan IELTS dilakukan sendiri oleh awardee (kecuali penerima beasiswa afirmasi difasilitasi oleh LPDP).
[09:36, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:34] PPI Australia Miftahul Hidayah: Sekian dulu informasi umum ttg LPDP dan tips2 nya ya,, kalo ad yang mw ditanyakan, nanti kita bahas di sesi tanya jawab,,
[20/06 09:34] PPI Australia Miftahul Hidayah: ???
[20/06 09:35] PBEC Veny: Wahhh informasi yg sangat detail dan.bermanfaat sekali kak??
[20/06 09:36] PBEC Veny: Sungguh menginspirasi bagi kita semua?
[09:42, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:39] PBEC Veny: Nahhh bagi tmen2 peserta KULON masih ada waktu sekitar 15 menit kedepan untuk segera japri pertanyaan pada moderator.
[20/06 09:40] PBEC Wahiddiana: Kalo boleh tau apa motivasi memilih jurusan yang kakak ambil sekarang?
[20/06 09:40] PBEC Wahiddiana: ☝untuk kak riya dan kak uul
[09:49, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:47] PBEC Wahiddiana: Yuk dimulai sesi tanya jawab ya kak..
[20/06 09:47] PBEC Wahiddiana: Pertanyaan – jawab
Pertanyaan – jawab
Ya kak?
[20/06 09:48] PBEC Wahiddiana: Luthfi dari UNS Solo asal Demak

Menyimak cerita yg pertama tadi, kak Maslichah kan dapat beasiswa sperti tdk disangka dan direncanakan kan kak. Tiba2 ada tawaran dari perkumpulan NU tdi. Kakak pnya saran nggak buat kami yg masih kuliah. Kdg kami itu trlalu sering iri dgn orang-orang yg bsa dapet beasiswa ke luar negeri. Pdhal rezeki dri Tuhan itu kan nggak pernah tertukar kan ya kak? Gimna caranya biar kita trus bersmngat dan tetap ikhlas mnerima ketetapan Tuhan. Meski kadang keinginan kita utk study k luar negeri kita udah tinggi. Namun trbatas oleh byk faktor; trutama faktor ekonomi buat ambil tes TOEFL atau IELTS, buat siap2 ngurus pasport, VISA atau asuransi/commitment fees gtu kak. Trimakasih
[09:51, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:50] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Jawaban untuk pertanyaan pertama:
Seperti yang saya jelaskan tadi, sebaiknya jurusan yang kita ambil sesuai dengan background akademik kita. Saya adalah sarjana sastra Inggris yang akhirnya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di salah satu SMP di Malang. Nah, karena saya merasa kurang memiliki pengetahuan dasar tentang pendidikan dan berbagai macam teorinya, saya jelaskan di application form bahwa saya butuh beasiswa ini.
[20/06 09:51] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Apa kendala saya selama mengajar dan apa rencana saya ke depan.
[09:51, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Utk motivasi memilih jurusan karena cukup berhubungan dengan jurusan ketika S1 dulu yaitu pend. Matematika dan passion ny memang di dunia pendidikan,
[09:54, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:52] PBEC Veny: Assalamualaikum,
Sy mau nanya ttg beasiswa AAS & LPDP..Apakh keduanya tdk mmbtuhkan pengalaman kerja ??
[20/06 09:53] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Where there is a will, there is a way.
Selalu percaya bahwa yang namanya motivasi bisa mengalahkan segalanya.
Tenang saja, untuk beasiswa AAS tidak dipungut biaya apapun. Cukup kirimkan persyaratan dan tunggu pengumuman.
[20/06 09:54] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Biaya IELTS ditanggung oleh pihak AAS dan test bisa dilakukan di beberapa kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Denpasar, Makassar, Kupang, Mataram, dll. Dengan skor minimal 5, kita sudah bisa dinyatakan eligible to be an awardee. Namun kembali lagi, hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh nilai IELTS, interview kita juga harus menunjukkan bahwa kita benar-benar siap untuk belajar di Australia dan memberikan kontribusi positif setelah menyelesaikan study.
[09:56, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:55] PPI Australia Miftahul Hidayah: Waalaikumussalam,, kalau untuk beasiswa LPDP bisa diikuti oleh fresh graduate (tidak harus ada pengalaman kerja) dan tidak ada ikatan dinas juga, tapi tetap setelah lulus harus mengabdi kepada Indonesia,
[20/06 09:56] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Keuntungan lain dari beasiswa AAS, jika sudah dinyatakan sebagai awardee. Selama proses pelatihan di Indonesia akan ada uang bulanan yang menurut saya lebih dari cukup. Jadi bisa dibuat untuk mengurus paspor?
[10:03, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 09:59] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Sebenarnya tidak ada persyaratan yang mengharuskan untuk memiliki pengalaman kerja. Berdasarkan pengalaman saya, banyak juga fresh grads di angkatan saya yang baru lulus kuliah langsung lanjut S2 di luar negeri. Namun, pengalaman kerja mungkin menjadi salah satu pertimbangan (mengingat 70% kuota diberikan kepada mereka yang berasal dari public category/PNS)
[20/06 10:03] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Menjawab pertanyaan Nurez:
1. Yang harus ditranslate hanya akta kelahiran, ijazah dan transkrip. Saya dulu translate di IDP Malang.
2. Sure, jika kamu dinyatakan lolos tahap awal. Kamu berhak mengikuti tes IELTS.
3. Untuk yang mengambil Master by coursework kurang lebih sama dengan di Indonesia. Kita masuk kuliah dan ada 4 semester. Untuk mengambil thesis atau tidak, tergantung individu masing2 (dan nilai juga tentunya?) – yang saya tahu di Monash seperti itu. Beda uni bisa jadi beda kebijakan.
[10:08, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 10:04] PBEC Wahiddiana: Tiwi

Apa mbak Riya sebelumnya sudah memiliki background bahasa Inggris yg bagus? Atau sambil belajar dgn membaca buku/menonton film dan latihan IELTS sendiri?
[20/06 10:07] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Melihat hasil skor IELTS, saya belum bisa mengatakan kalau saya sudah expert dalam bahasa Inggris. Saya masih harus terus belajar meskipun background pendidikan saya Bahasa dan Sastra Inggris?
Betul, karena terdesak oleh tes IELTSlah saya akhirnya harus belajar sendiri karena biaya mengikuti kursus IELTS cukup mahal?
[20/06 10:07] PBEC Wahiddiana: Prasetyo

Assalamualaikum
Mbak pertanyaan untuk pemateri 1.
Untuk apply beasiswa AAS, surat rekomendasi apa hrs dr PBNU? Trs Klo bkn anggota ormas minta nya gmn ya mbk?

Pertanyaan ke pemateri 2.
Apakah bisa kita melihat semacam essay & motivation letter dr mbk uul? Atau mgkn ada rekomendasi web untuk contoh2nya
[10:12, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 10:10] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Terima kasih Prasetyo,
Untuk surat rekomendasi bisa dari dosen, organisasi, atau lembaga dimana kamu bekerja.
Tidak harus PBNU, karena saya aktif di PCNU saat itu (dan belum bekerja).
[20/06 10:10] PPI Australia Miftahul Hidayah: Waalaikumussalam ,
Menjawab pertanyaan prasetyo.
Boleh, kalo mau nanti sama kirim via email aja setelah Kulon ini ya,,
Untuk contoh2 essay lpdp sebenarnya sangat banyak di google,, hehe. Bisa juga join di grup fb beasiswa lpdp 2013, disana cukup lengkap informasi ttg beasiswa lpdp serta dokumen2 yg diperlukan,,
[20/06 10:10] PBEC Veny: heldy-Balikpapan-hukum
kalau boleh tahu utk kak riya dgn kak uul btw fb line twitter apa ya.. siapa tahu klu ada kesulitan bisa ditanyakan trima kasih kak
[20/06 10:12] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Dengan senang hati, untuk semua teman-teman yang ingin bertanya2 langsung bisa add saya di FB (Maslicha Bisriyah) atau via email maslichabisriyah@gmail.com
[10:12, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 10:12] PPI Australia Miftahul Hidayah: Fb aja ya: Miftahul Hidayah
[20/06 10:12] PBEC Veny: Kak tanya dong..

1. Untuk beasiswa AAS biasanya dibuka sejak kapan? Untuk info selengkapnya bisa dilihat dimana ya?

2. Sertifikat bahasa asing apa saja yang harus dilampirkan untuk mengikuti beasiswa AAS? Apa harus dua2nya sekaligus yakni IELTS dan TOEFL? Atau salah satunya? Trus unuk standar nilainya berapa ya?

3. Kak kalau boleh tahu, berapa ya dana yang diberikan oleh beasiswa AAS? Terus insentifnya apa saja selain dana? Dan untuk beasiswanya tsb dalam waktu berapa lama durasinya?
[10:17, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: 1. Seperti yang saya jelaskan tadi, semua info bisa diakses di http://www.australiaawardsindonesia.org/
2. Cukup memilih salah satu; TOEFL IBT atau IELTS.
3. Alhamdulillah, lebih dari cukup?
Info lebih detail tentang apa saja yang didapatkan, bisa diakses di website itu juga.
Durasi untuk Master maks 2 tahun, PhD 4 tahun.
[10:18, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Dina

1. bolehkah kita mendaftar AAS tapi disaat yang sama mendaftar beasiswa lain?
2. jurusan master of TESOL di Monash Univ ada semster 1 on campus dan semester 2 off campus. Itu gimana ya kak maksudnya?
Terimakasih kak?
[10:22, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Pertanyaan yang menarik Dina..
1. Boleh, why not??
2. Waaah, itu info dari mana ya? Setahu saya, jika kita student from sponsor, maka kita akan dinyatakan sebagai full-time student yang artinya kita akan kuliah on campus.
[10:22, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Aditya rahman – pgsd upi

Kak mw tanya, tadi ada prnytaan bhwa utk lpdp beasiswa afirmasi persiapan toefl atw ielts di fasilitasi oleh pihak lpdp.. mksdnya apa yh kak? Trmksh
[10:27, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Jawaban pertanyaan Adit
Beasiswa afirmasi adalah beasiwa yang diperuntukkan utk org2 yg tinggal di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan utk mahsiswa berprestasi. Nah kalo kita dftr lpdp lewat jalur ini, maka persiapan ielts nya akan difasilitasi oleh LPDP. Untuk daftar daerah yang termasuk 3T bisa diliat di website lpdp,,
[10:27, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Aditya rachman dri serang..
Mbak mw tanya, kira” buat yg sdang kuliah ni, persiapan apa sja utk mengahadapi proses seleksi lpdp, trs pmrintah qta kan pernah brsitgang dgn australia, apakah ada imbasnya jga dgn pelajar dsna ? Trmksh
[10:32, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 10:29] PPI Australia Miftahul Hidayah: Untuk yang sedang kuliah, persiapkan kemampuan bahasa inggris nya kalo ingin kuliah keluar negeri, sering2 latihan soal2 TOEFL atau IELTS.
[20/06 10:30] PPI Australia Miftahul Hidayah: Selanjutnya jaga hubungan baik dengan dosen sehingga nanti mempermudah ketika meminta surat rekomendasi,, ?
[20/06 10:31] PPI Australia Miftahul Hidayah: Alhmdulillah selama disini tidak ada kejadian yang menimpa mahasisw Indonesia berkaitan dgn kasus tsb. Org2 disini juga sangat welcome dan ramah terhadap mahasiswa internasional. Jadi ga usah khawatir,, ☺☺
[10:37, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 10:33] PBEC Veny: Kak mau tanya tentang beasiswa LPDP.

1. Kak, untuk pilihan universitas yang ingin dituju ketika masuk nanti apakah harus sesuai dengan list univ. Yang ada di web LPDL tsb ya? Jika kta diyntakan lolos LPDP bagaimana nanti alur untuk penempatan universitasnya?

2. Katanya untuk LPDP sebagai syarat pengganti Toefl dan Ielts, bisa menunjukkan ‘Letter Of Acceptance’ yaa. Nah,negara2 apa saja kak selain Jepang yang bisa memberikan surat rekomendasi tersebut?
[20/06 10:36] PPI Australia Miftahul Hidayah: Untuk pemilihan univ sebaiknya memilih univ yang ada d list LPDP, namun jika nanti sudah lulus menjadi awardee dan ingin pindah univ itu diperbolehkan dengan mengirimkan permohonan surat pindah univ ke pihak lpdp. Biasanya permohonan ini disetujui selama univ yang baru lebih tinggi peringkat ny dari univ yang lama.
[20/06 10:37] PPI Australia Miftahul Hidayah: Alur penempatan disesuaikan dengan pilihan kita masing2
[10:47, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Jawaban pertanyaan Anne
– untuk format essay itu bisa diliat d web lpdp. Tips2 membuat essay tadi udah dibahas kan ya,, hehe. Yg penting ad kontribusi utk Indonesia.
– kalo utk dftr ke kmpus, itu seleksi ny tergantung kampus tujuan masing2. Seperti yg tadi dijelaskan, peran LPDP adalah sebagai penyedia dana, sehingga proses pndftran ke kampus itu diurus oleh msg2 awardee. Biasanya kampus di luar negeri kecuali jepang dan korea, seleksi ny hanya seleksi administrasi saja yaitu berupa dokumen2 yang harus kita isi serta kemampuan bahasa dengan menyertakan IELTS atau TOEFL IBT
[10:47, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Beasiswa LPDP tidak ada ikatan dinas, tapi setelah lulus tetap harus mengabdi dan berkontribusi untuk Indonesia,
[10:47, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Semua univ diluar negeri bisa memberikan LOA unconditional selama kita memenuhi syarat2 yang diperlukan ketika mendaftar,,
[10:47, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Anne dwi

essay yg dibuat untuk apply itu harus gimana kak? apakah ada ketentuan dalam membuatnya? dan apa saja poin2 yg harus ada? serta tips2nya apa aja kak?

Maaf banyak tanya ttg esai kak hehe, soalnya sering bingung di bagian esai

Oya kak, sama mau tanya yg LPDP. Nah itu kan kita daftar sendiri ke kampusnya, itu juga ada seleksinya lagi atau sudah mendapat rekomendasi dari pemerintah?

Oya kak, sama satu lagi
Itu beasiswa AAS dan LPDP apa bersifat mengikat setelah lulus nanti?
[10:47, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Dari beasiswa AAS sendiri tidak ada ikatan setelah lulus nanti. Mereka yang berasal dari Kementrian akan kembali bekerja seperti sebelumnya, begitupun saya yang berasal dari open category, tidak ada ikatan di lembaga manapun?
[10:47, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Wahyuni
tahap yang mana menurut kak uul yg paling sulit untuk mendapatkan beasiswa lpdp? Apa persaingan untuk dpt beasiswa lpdp itu ketat seperti beasiswa AAS atau biasa saja? Soalnya dilihat dr banyaknya yg menerima itu satu angkatan bisa 100org. Makasih kak
[10:50, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Jawaban pertanyaan Wahyuni
Tahap yang paling susah adalah tahapan wawancara, karena banyak peserta yang gagal dalam tahap ini. Selain itu kita juga tidak tau kriteria apa digunakan dalam wawancara ini.
Menurut saya cukup ketat karena banyak teman2 yang memenuhi persyaratan bahkan sudah mendapatkan Loa dari univ2 terbaik dunia tapi malah gagal mendapatkan beasiswa ini.
[10:51, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Dalam beasiswa lpdp kita bersaing dengan diri sendiri, jadi tidak perlu takut dengan banyaknya peserta yang mendaftar,,
[10:52, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: betran West Papua
1.Kami di papua selalu mengalami kendala mengenai proof reader..jadi aplikasi yang kami buat selalu tanda tanya…bisa gak kaks jadi proof reader saya..??? hehee…

2.Tahun 2015 ini adalah tahun pertama saya apply AAS dan apply via online…mungkin ini pertama kali sistem online pendaftaran AAS berlangsung…namun sy gak mengirimkan hardcopy aplikasi ke kantor AAS di Jakarta. kira2 peluang saya bgmn ya kak?

3.Masih bingung mengenai pemilihan pilar di Aplikasi AAS..bisa disharing ga tipsnya??
Apakah ada kuota masing2 pilar??? Nah, kita kan diminta menulis Uni di aplikasi…kalo diterima sbg awardee AAS kita bisa ganti uni gak???
[11:00, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: Hi Betran, good questions?
1. With my pleasure, boleh nanti langsung japri ke email yah. Namun yang perlu diingat, saya hanya bisa membantu apakah jawaban kamu sudah menjawab pertanyaan atau tidak dan melihat susunan bahasa Inggrisnya.
2. Iya, benar. Proses AAS tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada baiknya jika ada yang ditanyakan langsung menghubungi pihak AAS di Jakarta. Lebih baik bertanya sekarang daripada diam dan berakhir kecewa hanya gara-gara kita salah info?
3. Untuk proses seleksi administrasi yang pasti pihak AAS memiliki database dimana mereka bisa mengklasifikasikan para pelamar. Setahu saya, kuota untuk public (PNS) 70% dan open 30 %. Male and Female 50:50. Pelamar dari fokus area seperti Aceh, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat lebih diutamakan.
Tenang saja, pemilihan uni di application hanya akan ditanyakan ketika interview. Kita bisa merubah pilihan uni selama PDT. Semangaaat!!!?
[11:07, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 11:06] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Hampir semua pihak penyedia beasiswa menyertakan IPK S1 sebagai persyaratan. Sehingga, menurut saya penting bagi kita untuk mendapat nilai yang baik saat kuliah. Jadi buat teman-teman yang masih kuliah S1, usahakanlah mendapat IPK di atas batas aman jika kalian bermimpi untuk belajar di luar negeri?
[20/06 11:06] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Bagi yang sudah lulus kuliah dengan IPK standar, jangan putus asa! Tunjukkan kemampuan kita dibidang akademik yang lain. Contohnya, menulis karya imliah, ikut penelitian, ataupun prestasi lainnya di bidang yang kita senangi.
[20/06 11:07] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Pastinya, bukan saja prestasi yang dilihat oleh pemberi beasiswa tapi juga keaktifan kita di kegiatan lainnya. Ini pun menjadi poin penting bagi pemberi beasiswa untuk melirik kita. Karena tentunya mereka akan dengan gampang mempercayakan beasiswa kepada mereka yang kreatif dan innovator.
[11:09, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 11:08] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Saat ini, pemburu beasiswa semakin banyak dan otomatis saingan kita juga main banyak. Kadang, kita tidak seberuntung mereka yang sekali coba langsung dapat. Kadang kita harus usaha lebih keras, mencoba lebih sering, barulah mendapat. So, jangan pantang menyerah, keep trying and praying!
[20/06 11:09] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Ditunggu di Aussie ya teman-teman?
[20/06 11:09] PPI Australia Miftahul Hidayah: Tetap semangaat yaa,, sejatinya kita sebagai manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, untuk hasil akhirnya itu adalah rencana Allah, jadi selain berusaha yang tidak kalah penting dan yg terpenting adalah banyak2 berdoa dan melakukan kebaikan (amal sholeh).
“sukses itu tujuan dunia, tapi jalan untuk menujunya adalah tujuan akhirat”. Keep on the “right track” guys,, ??
See u on the top,, ??
[11:15, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [20/06 11:10] PPI Australia Maslicha Bisriyah: Untuk yang masih memiliki pertanyaan bisa kontak saya via nomor whatsapp ini, via FB – Maslicha Bisriyah, atau via email maslichabisriyah@gmail.com
[20/06 11:11] PPI Australia Miftahul Hidayah: ???
[20/06 11:11] PBEC Veny: Terimakasih kami ucapkan kepada kak ria dan kak uul.
Semoga senantiasa diberi kesehatan selalu disana.
???
[20/06 11:12] PPI Australia Miftahul Hidayah: Aamiin,, sama2,, terimakasih juga atas partisipasi semuanya yaa,, ?
[20/06 11:12] PBEC Wahiddiana: Terima kasih atas waktu dan sharing pengalamannya kak..
[20/06 11:12] PBEC Wahiddiana: Semoga menular..
[20/06 11:12] PBEC Wahiddiana: ???
[20/06 11:12] PBEC Wahiddiana: See you next time :))
[14:57, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [6/20, 11:48] wahiddiana: Rohman

Untuk persiapan TOEFL, Mbak mulai semester berapa?
[6/20, 12:34] Kak Miftahul: Rohman
Utk persiapan toefl, dulu waktu kuliah mulai semester 3 sering coba2 apply beasiswa kayak pertukaran pelajar ke amerika, jepang. Nah sejak itu udah mulai2 nyicil belajar toefl ny, jadi waktu lulus kuliah dan apply lpdp, Alhamdulillah toefl ny udah mencukupi,
[6/20, 12:34] Kak Miftahul: Yang agak susah itu persiapan ielts utk dftr ke monash nya, itu sempat jatuh bangun berkali2,,??
[14:57, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [6/20, 11:49] wahiddiana: Rahayu

Bagaimana tentang persiapan bahasa inggris mbak mbak sekalian.Apakah memang sudah keren bahasa inggrisnya atau awalnya hanya dibatas biasa aja kemudian mulai mendalaminya dari awal lagi.Satu lagi, apakah pemilihan jurusan untuk kedepannya harus linear?Misalnya saja, saya jurusan pendidikan matematika dari yang saya rasakan saya masih dibawah untuk ilmu matematikanya.Apakah saya tetap memilih jurusan yang linear dengan s1 saya atau bagaimana.Syukron.
[6/20, 11:50] wahiddiana: Berapa lama prosesny antara tamat kuliah s1 sama dftar beasswa nya? Kalo bsa tlong dceritain proses mndpatkan beasswa lpdp ny lebih detail. ? mksih kak
[6/20, 12:39] Kak Miftahul: Rahayu
Kalo ad yang nanya ttg kemampuan b. Ing, jujur bahasa inggris saya bisa dibilang biasa aja, ga bagus2 amat. Mungkin kunci dari semuanya adalah kegigihan dan kemauan untuk belajar. Untuk mendaftar di kampus luar negeri, saya mengambil Ielts sampai 3 kali dalam waktu satu tahun. Waktu itu udah sempat mau menyerah juga dan berniat utk lanjut d Malaysia yang ielts ny tidak terlalu tinggi. Tapi Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah dan doa dari org tua, Ielts yang ketiga bisa mencapai target.
[6/20, 12:44] Kak Miftahul: Untuk pemilihan jurusan, itu lebih tepatnnya bertanya ke diri sendiri inginny mendalami ilmu apa dan mau menjadi apa nantinya. Kalo memang passion ny di dunia pendidikan, mungkin S2 ny bisa mengambil Master of Education, disini matkul matematika nya tidak banyak, cuma satu, karena lebih fokus kepada pendidikannya,,
[6/20, 12:52] Kak Miftahul: Tamat kuliah juni 2013, apply lpdp nov 2013, ditetapkan sebagai awardee mei 2014 dan mulai kuliah maret 2015,
[6/20, 12:53] Kak Miftahul: Dari mulai jan 2014 sampai sept 2014 itu adalah prjuangan mendapatkan nilai ielts yang sesuai target,
[6/20, 12:54] Kak Miftahul: Kalau proses ielts nya lebih cepat, kuliahnya bisa lebih cepat juga,, jadi tiap org beda2 durasi waktunya,, ?
[14:57, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [6/20, 12:28] wahiddiana: Prasetyo
Feedback pertanyaan

untuk kak riya.
1. Klo kriteria dosen yg bs djdkan pmberi rekomendasi beasiswa apakh hrs profesor atau ada kriteria lain ya?
Untuk kak uul :
1. Trimakasih kak sdh bersedia ngirim. Untk alamt email saya bisa saya kirim lwt moderator atau nnti japri k mbk nya lgsg?
[6/20, 12:29] wahiddiana: Seberapa pengaruh nilai IPK dan pengalaman Organisasi untuk mendaftar beasiswa LPDP
terimakasih..
[6/20, 12:30] wahiddiana: Kak, mau tanya ke kak uul, boleh bagi tips dan trik utk bikin essay lpdp?
Apply lpdp boleh pake toefl prediction?
[6/20, 13:24] Kak Miftahul: Ipk sangat berpengaruh kecuali jika kita sudah memiliki loa unconditional, maka seandainya ipk kurang dari syarat yang ditentukan, tidak masalah dan peluang utk diterima masih cukup besar, ?
[6/20, 13:26] Kak Miftahul: Trips dan trik essay sudah dibahas sebelumnya, bikin semenarik mgkin, tunjukkan kalo kita adalah org yg gigih, berjiwa kepemimpinan dan bisa memberikan kontribusi utk Indonesia,
[6/20, 13:26] Kak Miftahul: Toefl yang digunakan harus TOEFL ITP,
[14:57, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [6/20, 11:51] wahiddiana: Dewi

Isi motivation letter apa.aja ya mba? Jika yg di inginkan sebaggai profesional jjadi memgambil.s2 master finance itu pengabdian.nyata untuk indonesia di jelskannya saya bingung apa. Kkan itu pasti di tanyakan di wawancara dan di motivation.letter

Kemudian.jika tidak ada prestasi lomba ya hanya syarat sesuai dengan yg di minta tapi gak ada penghargaan itu mungkin keterima beasiswa buat kuliah di luar negeri gak ya?

Bagaimana kondisi gaya perkuliahan di negara australia? Bidaya mahasiswa nya seperti apa? Apakah austarlia negara yg aman dan bersahabat? Beasiswa jenis apa yg perpeluang besar yg bisa di ambil? Terimakasih banyak.ya mba atas info nya
[6/20, 12:24] Kak Maslihatul (Riya): Ini utk beasiswa AAS atau LPDP?
Kalau di AAS hanya mengisi pertanyaan yg ada di application form.
[6/20, 12:26] Kak Maslihatul (Riya): Kondisi perkuliahan sangat mendukung krn fasilitas lengkap dan dosen2nya super kereeen??
Berasa bgt kalau kita benar2 belajar sesuatu, mgkn krn sistem pendidikannya yg menuntut mahasiswa utk autonomous learning.
[6/20, 12:28] Kak Maslihatul (Riya): Ada target setiap minggunya, reading list yg awalnya saya merasa kuwalahan akhirnya bisa terbiasa dengan bacaan2 yg banyak itu. Intinya, semua butuh proses. Dinikmati saja?
[14:57, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [6/20, 12:25] wahiddiana: Dewi

Isi motivation letter apa.aja ya mba? Jika yg di inginkan sebaggai profesional jjadi memgambil.s2 master finance itu pengabdian.nyata untuk indonesia di jelskannya saya bingung apa. Kkan itu pasti di tanyakan di wawancara dan di motivation.letter

Kemudian.jika tidak ada prestasi lomba ya hanya syarat sesuai dengan yg di minta tapi gak ada penghargaan itu mungkin keterima beasiswa buat kuliah di luar negeri gak ya?

Bagaimana kondisi gaya perkuliahan di negara australia? Bidaya mahasiswa nya seperti apa? Apakah austarlia negara yg aman dan bersahabat? Beasiswa jenis apa yg perpeluang besar yg bisa di ambil? Terimakasih banyak.ya mba atas info nya
[6/20, 12:28] wahiddiana: Kalo misalnya, ini misalnya y kak, dlm waktu 2 thn itu msh blm lulus jg itu gmna? Beaswny putus ya? Trz g sampe qt disuruh mngganti uang beasw kan kak?
[6/20, 13:05] Kak Miftahul: Dewi
Motivation letter it utk beasiswa apa ya? Kalo lpdp tidak ada motivation letter.

Kalau pun tidak ada prestasi lomba, tidak masalah. Daftar dulu aja, karena kita tidak akan pernah tau sebelum dicoba. ?

Kalo kuliah disini kita dituntut utk lebih aktif, kritis dan banyak membaca.
Iyups,, Australia khususnya Melbourne termasuk the most liveable city in the world. Masyarakat disini sangat ramah dan bersahabat dengan warga international, walaupun ada juga beberapa yang krg ramah, tapi itu hanya sebahagian kecil. ?
[6/20, 13:22] Kak Miftahul: Kalo lpdp, seandainya tidak lulus dalam waktu yg ditentukan, maka beasiswa putus dan tidak bisa menjadi bagian dari alumni lpdp.
[14:57, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [6/20, 12:27] wahiddiana: Buat kak riya, alasannya mengambil master of tesol apa yah? Soalnya stau sya, master of tesol tu kan program untuk ngajar bhsa inggris d luar negri (non native) atau ngajar bhsa inggris d indonesia tp d sekolah internasional gtu …
Apakah benar pmahaman sya mngenai master of tesol? Sya mash bngung ruang lingkup dr master of tesol sma master of education kak? Brngkt dr background sya yg dr jurusan sasing tp profesinya tefl ..?
[6/20, 13:20] Kak Maslihatul (Riya): Alasan saya mengambil Master of TESOL adalah karena saya butuh pengetahuan ttg pendidikan, khususnya yg berkaitan dengan bagaimana mengajarkan Bahasa Inggris utk non-native. Bukan berarti tidak bisa mengajar di Indo lhoh yah, justru TESOL itu bisa digunakan utk mengajar negara2 non-English speaking countries spt Indonesia?
FYI, S1 saya jurusan Linguistics tp profesi TEFL juga.
[14:57, 6/20/2015] ‪+62 813-3118-7561‬: [6/20, 12:27] wahiddiana: Bagaimana dgn visa? karna biasanya visa akan diterima n diterbitkan kalau nilai dalam buku rekening dianggap memadai
Kalo beasiswa datangnya kan tidak langsung diawal

Sama ini juga kak, untuk mengambil tes ielts butuh dana besar, ada tips ga dari kakak uul dan kak riya, bagaimana caranya agar kita dapat mantap melakukan ujian ielts?
Terimakasih kak

Bagaimana dengan beasiswa ekstensi dari program diploma 3 ke strata 1?
Apakah ada juga di Australia?
Bagaimana dengan penyetaraan ijazah? Karna ada beberapa kasus tentang mahasiswa bachelor yang ijazahnya malah setara d3 ketika disetarakan di Indonesia
[6/20, 13:05] Kak Maslihatul (Riya): Untuk pertanyaan ttg VISA:
1. Utk AAS, segala urusan yg berhubungan dg VISA diurus oleh pihak AAS. Jd kita ninggal medical check-up (free) dan menunggu hasil?
2. Untuk sukses IELTS sbnrnya harus sering latihan. Bisa belajar mandiri dari link2 yang tadi saya share.
3. Utk beasiswa AAS hanya diperuntukkan bagi yg sudah lulus sarjana (untuk Master candidate) dan lulus Master (untuk PhD candidate).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *