[Rekap Schotalk] Study in Korea (Beasiswa KGSP)

Negara: Korea Selatan
Jenis Beasiswa: Korean Government Scholarship Program (KGSP)
Pemateri: Kang Ersan
Rekapitulasi Scholarship Talk:
Kita mulai dr kehidupan d korea ya…
Baik. Eyke mulai…
Karena saya muslim, mungkin mayoritas saya akan ceritakan pengalaman saya selama d korsel…
Hal 1 yg saya rasakan adalah d korsel itu sangat bebas… mereka menghargai keberagaman agama…
Mereka ga peduli kita mau agama apa… dan kebanyakan mereka adalah atheis…
Keuntungannya, kita (muslim atau agama lain) bebas beribadah
Kerugiannya, kita susah dapet makanan yg halal
Karena banyak wni d korsel (tki n pelajar) d korsel banyak perkumpulan atw paguyuban wni
Jd, kita sbagai wni, ga merasa sendiri d korsel…
Ada lg yg ingin d tanyakan tntang kehidupan?
Oya, mengenai bahasa, umumnya d kampus kita berbahasa inggris, tp d luar kampus, terpaksa hangguko
Ya… terpaksa bahasa korea klo d luar kampus. Karena orang korea ga banyak yg bisa bahasa inggris.
Biasanya beberapa kampus menyediakan asrama.
Tapi…
D kampus saya, walaupun disediakan asrama, bagi mahaaiswa yg muslim, sangat d sarankan untuk gak ambil fasilitas tsb
Iya..
Aku copas lg dr grup A jawaban ka ersan..
Sabar ya
Terima kasih kang ersan 🙂 nah skrg msuk sesi tanya jawab 🙂
Pertanyaan 1. assalamu’alaikum..saya Ardans dari Uny jurusan P.Geografi
saya ingin bertanya, kalau di Korea, terkait dengan Jurusan Kebumian bagaimana?
terima kasihPertanyaan 2. Tanya rizkiyah unpas biologi
Cara dapet beasiswa gimana?
Syaratnya apa aja?
Biaya hidupnya gimana?Pertanyaan 3. Tanya_Atin_Unpad_Ilmu Informasi & Perpustakaan [ apa sih godaan terbesar yg dirasain Kang Ersan dlm menjalani kehidupan di Korea terutama di luar kampus? ]No.1
Untuk jurusan geografi, saya kurang tau pasti. Tapi kang Ardans jngan khawatir, kita bisa cari tau jurusan apa aja yg tersedia d suatu kampus dr websitenya. Jangan khawatir, orang korea itu sangat peduli dengan update. Jadi info yg d dapat pun insyaallah akurat. Saya kasih contoh:
Buka alamat website kampus saya (yeungnam) YU.ac.kr –> pilih menu bahasa inggris–> guidance atau admission. Nah d sini biasanya terpapar komplit dr mulai syarat2 sampai jurusan yg tersedia…No.2.
Cara dapet beasiswa itu banyak cara. Bisa d liat d diagram yg sya share sebelumnya…
Mayoritas mahasiswa s2 d korea adalah beasiswa professor. Yap, dr namanya aja udah jelas, siapa penyandang dananya. Professor atau kampus d korea tsb. Cara dapetinnya, ya hanya ada 1 cara, kita harus melamar k professor tsb. Bisa via mahasiswa indo yg sudah ada d sana, atau kita email langsung secara personal k professor tsb.
Perkenalkan diri, alasan knp milih beliau/labnya/kampusnya, dan terakhir lampirkan juga cv kalian.
Beasiswa macam ini relatif lebih mudah dan sedikit saingan. Atau bahkan tanpa saingan. Jd peluang dapetnya pun semakin besar.
Jalur lain adalah jalur g2g, seperti LPDP n KGSP. Jalur ini ga ada cara lain, selain kalian harus mengikuti seleksi dr lembaga tersebut. Bersaing dngan puluhan atw ratusan kandidat.
Syarat utamanya cuma 1. Yaitu kemampuan berbahasa inggris. Dibuktikan dengan sertifikat toefl/toeic/ielts.
Perlu d ketahui, korsel mrupakan salah 1 negara maju yg masih mau menerima serifikat toeic dan toefl itp. Mudahkan? Hehe…
Syaratnya standar
Toeic:700
Toefl: 550
Ielts: 5.5-60
[22:24 23/08/2015] Ka Ersan: Ielts: 5.5-6.0
berarti tdk perlu sertifikat mampu brbahasa korea kak?

Untuk biaya hidup, itu relatif. Tergantung wilayahnya dimana dan gaya hidup.
Klo d kota kecil seperti gyeongsan (kota saya dulu) biaya hidup masih murah. Kita bisa hidup hanya dengan 250-300 rb won perbulan. Sudah termasuk apartemen dan makan.
Tapi klo d kota beaar seperti seoul, bisa 2x lipatnya
*untuk gaya hidup standar ya, hehe..
Gak perlu. Karena kita biasanya dikasih kesempatan untuk belajar bahasa korea selama studi d sana. Yg pnting, ketika ingin sidang, syarat kemampuan atau level berbahasa korea kita sudah seperti yg mereka minta.
Bahkan, beasiswa seperti KGSP, mereka wajib 1 tahun belajar bahasa korea. Baru tahun ke-2, mereka memulai kuliah sesuai dgan jurusannya…

Jadi total 3 tahun untuk beasiswa KGSP (korean goverment scholarship program)
No.3.
Godaan terberat adalah
1. Kendala bahasa karena perlu komunikasi ke orang korea. Karena orang korea itu jarang yg bisa bahasa inggris. Bahkan d kampus sendiri, mahasiswanya kesulitan berbahasa inggris. Plus bagi saya, belajar bahasa korea itu susah (karena saya bukan pecinta korea sih, he…) jadi bahasa merupakan kendala terbesar untuk saya…
2. Jujur, d korea itu kita bener2 free. Gak ada adzan, gak ada ortu. Jd bebas kita mau ngapain aja. Klo gak kuat iman, disana malah bisa2 terjerumus…
[22:37 23/08/2015] Hanna SB: Terima kasih kang ersan
Selanjutnya adalah pertanyaan grub B

Pertanyaan 1.
assalamu’alaikum ka ersan. salam kenal ya.
Saya np febrilia, upn jkt 2012.
Saya masih kurang paham dengan recommendation letter.
Tolong jelaskan secara singkat dan yg menyetujui recommendation letter itu siapa ?
terima kasih 🙂

Pertanyaan 2.
Tanya_Aryanis Mutia_UBrawijaya_Ilmu & Tekpang [1.Bagaimana perkembangan dan penerimaan korea terhadap nano teknologi, transgenik, dan teknologi lain. 2.Bagaimana rasanya dan cara bertahan hidup, belajar, bergaul di negara dominasi ateis]

Perrtanyaan 3
Tanya_muthmainnah_universitas negeri makassar_biologi_jenis culture shock yg seperti apa kalau kita lanjut studi di korsel dan bagaimana cara mengatasi culture shock tsb?
[22:39 23/08/2015] Ka Ersan: 1.
Surat rekomendasi adalah surat yg merekomendasikan dirimu, dan menerangkan km itu seperti apa n merekomendasikan/menyarankan km mendapatkan beasiswa atw km memang pantas untuk kuliah d tempat tujuan mu. Contohnya saya punya… silahkan japri ya… he…
2.
Nanoteknologi d korea sudah merupakan hal yg umum dan sidah berkembang jauh dr indo.
Cara bergaul atw bwrtahan hidup saya: saya bilang n bangga k temen2 saya n professor saya bahwa saya muslim. Saya tidak minum alkohol n makan daging babi atau daging lain yg tidak sesuai dgan ketentuan dalam agama saya. Thats it. Simple, he..m
3. Cara atasinya: pelajari dulu dr berbagai sumber bagaimana kehidupan d sana. Ya salah 1nya dgan grup ini… atau bisa dr media lain, seperti internet…
Nah, yg ga bisa d atasi dr jauh2 hari adalah masalah cita rasa masakan. Karena selera masakan, bumbu org korea itu berbeda dgan indo. Ini yg pnting sih klo mnurut sya…
Terima kasih kang ersan 🙂
Selanjutnya adalah grub C

Pertanyaan 1.
Tanya_Ulfy_Universitas Terbuka_Akuntansi [hallo, saya pernah ikut seleksi beasiswa melalui yayasan. Saya sudah diterima tapi hanya dapat 50% itu juga untuk biaya kuliah aja, sementara saya tau living cost di Korea mahal. Saya harus gimana ya? Terimakasih]

Pertanyaan 2
Tanya_Dana_UAD_P.B.ing [kak mau tanya, untuk dapet beasiswa korea lebih mudah yg mana, beasiswa dari kampus atau beasiswa dari pemerintah korsel? mudah gag sih cari LoA dari kampus korea? satu lagi, apakah aktif diorganisasi kampus itu sangat brpengaruh buat cari beasiswa? soalnya kalo anak rumahan kan lebih aktif dikegiatan desa. makasih kak ?]

Pertanyaan 3.
Tanya_Dina Hamid_UNDIP_Biologi_(Assalamualaikum kang ersan, saya mau tanya beberapa hal, yg pertama bagaimana kang ersan bisa mendapat kenalan supervisor dari univ yeungnam dikorea? Yang kedua, saya sebentar lagi lulus dan sangat ingin melanjutkan kuliah saya di bidang biomedis, menurut kang ersan univ apa di korea yg punya jurusan biomedis yg bagus? Dan yg terakhir, kang ersan kan dari jurusan ilmu sains dan pasti banyak melakukan riset hands-on di lab, apa ada kesulitan atau perbedaan dgn di indonesia? Kalau ada apa dan bagaimana menanganinya? Terimakasih kang)

Yang pertanyaannya belum kejawab tetep stay d grup ya..
Krn waktujuga berbatas, jd ntar panitia schotalk yg akan menghubungi ka ersan utk jawaban dr pertanyaan temen2 semua.
No. 1
Ada beberapa beasiswa setengah2 model ini. Pilihannya 2. Km tolak atau, km terima dgan konsekuensi km harus nyari uang tambahan. Caranya? Banyak. Bisa part time, atau km bantu prof km dlam hal akademik, entah itu mengajar atau riset.
Yg mau tau lebih banyak lg bisa japri,
Tp besok ya hee
Kalo skrng kang ersan lg fokus jawab yg udh ada dulu
Karena living cost d korea relatif murah (selain seoul) maka hanya dengan kerja sampingan km bisa survive. Sudah terbukti kok. Syaratnya cuma 2. Yg 1, km mau, yg ke 2, km bisa bahasa korea ?No.2
Yg paling mudah adalah beasiswa dr professor. Karena professor itu ibarat dewa, dia bisa ngerekomendasikan km untuk menerima beasiswa dr kampus, atau, dia biayai km dngan sumber dayanya dia…
Asal km udah diterima oleh professor, LoA itu juga insyaallah udah d tangan.
Ada beberapa lembaga beasiswa yg menilai. Seperti KGSP. tp mnurut sya, masalah km dulu aktif atau ga d organisasi, memang bukan pilihan utama, tp itu masuk k persiapan km memenej diri km selama d korsel.
No.3.
Professor itu wajib mempunyai jurnal internasional. Nah km bisa searching dr jurnal2 yg udah pernah beliau rilis. Atau, km bisa buka websitenya langsung. Biasanya suka ada beberapa kampus yg memberikan informasi detail tentang riset n professor pengampunya…
Di kampus saya ada jurusan sepertinitu, mungkin klo km berminat bisa buka websitenya yu.ac.kr atau nanti bisa saya bimbing gimana caranya supaya dapet kontak prof d bidang biomedis…
*sila japri, he…
Kesulitannya adalah d indo masih minim sumber daya untuk riset secanggih d korsel. Baik itu sarana maupun prasarana.
(direkap dari Scholarship Talk yang diselenggarakan secara online via WhatsApp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *